Blog · 4 September 2026
DP booking makeup berapa persen? Cara menentukan angkanya sendiri
Ringkasnya
DP booking makeup di Indonesia umumnya diminta 20 sampai 50 persen dari total paket, dan untuk paket pengantin angka 30 persen paling sering dipakai. Tidak ada aturan baku: yang penting kamu pilih satu angka, tulis di kebijakan booking, dan pakai konsisten untuk semua klien.
Diperbarui September 2026
Kenapa DP dibutuhkan sama sekali
DP bukan cara mengambil untung lebih cepat. Fungsinya menutup risiko. Begitu kamu terima booking, tanggal itu kamu tutup dan kamu tolak untuk siapa pun yang menanyakannya belakangan. Kalau klien mundur dua minggu sebelum acara, tanggal itu hampir mustahil terisi lagi, dan yang kehilangan pemasukan bukan klien, tapi kamu.
DP juga menyaring keseriusan. Orang yang sekadar tanya-tanya harga tidak akan transfer. Orang yang benar-benar mau memakai jasamu akan transfer. Itu saja sudah memangkas separuh percakapan yang tidak berujung ke booking.
Efek ketiga yang sering dilupakan: DP mengubah percakapan jadi kesepakatan. Selama belum ada uang masuk, "tanggal 12 ya kak" itu masih rencana. Setelah DP masuk dan invoice terbit, dua-duanya punya pegangan yang sama.
Rentang yang wajar
Tidak ada asosiasi yang menetapkan besaran DP jasa makeup di Indonesia. Yang ada cuma kebiasaan pasar, dan kebiasaan itu berkisar di 20 sampai 50 persen dari total paket. Polanya kira-kira begini:
- Makeup wisuda, party, atau sesi foto. Nilai paketnya lebih kecil dan tanggalnya biasanya dekat. DP 20-30 persen sudah cukup mengikat.
- Paket pengantin. Tanggalnya sering dipesan berbulan-bulan sebelumnya dan nilainya jauh lebih besar. 30 persen adalah angka yang paling sering dipakai.
- Tanggal favorit atau paket besar dengan tim. Kalau kamu harus mengunci jadwal asisten atau menolak banyak permintaan di tanggal yang sama, 40-50 persen masuk akal.
Sekali lagi, itu kebiasaan, bukan aturan. Kamu berhak memilih angka lain selama kamu bisa menjelaskannya dengan tenang ke klien.
Cara menentukan angkamu sendiri
Ada tiga pertanyaan yang biasanya cukup untuk mendarat di satu angka.
Pertama, berapa biaya yang sudah kamu keluarkan sebelum hari H? Trial makeup, transport survei lokasi, produk yang dibeli khusus, atau DP ke asisten dan tim hijab. DP-mu minimal harus menutup itu, karena uang itu sudah keluar walaupun acaranya batal.
Kedua, seberapa jauh tanggalnya? Booking untuk empat bulan lagi menahan slotmu jauh lebih lama daripada booking untuk minggu depan. Semakin jauh, semakin masuk akal DP-nya lebih besar.
Ketiga, seberapa mudah tanggal itu terisi ulang? Sabtu di musim nikahan mungkin masih bisa terisi lagi. Tanggal sepi di tengah pekan biasanya tidak. Makin sulit terisi ulang, makin besar DP yang wajar kamu minta.
Setelah dapat angkanya, pakai untuk semua klien. DP yang berubah-ubah tiap orang bikin kamu susah menjelaskannya, dan cepat atau lambat dua klien akan saling bertanya.
Cara menuliskannya di kebijakan booking
Kebijakan yang baik menjawab empat hal sebelum klien sempat bertanya: berapa DP-nya, kapan sisanya dibayar, apa yang terjadi kalau batal, dan apa yang terjadi kalau minta ganti tanggal. Empat kalimat cukup. Yang bikin ribut biasanya bukan aturannya, tapi aturannya baru muncul setelah uang masuk.
Contoh kalimat yang boleh langsung kamu salin dan sesuaikan angkanya:
Untuk mengunci tanggal, dibutuhkan DP sebesar 30% dari total paket. Tanggal baru dianggap terkunci setelah DP diterima dan invoice dikirim.
Sisa pembayaran dapat dicicil, dengan pelunasan paling lambat H-7 sebelum hari acara.
DP tidak dapat dikembalikan apabila pembatalan datang dari pihak klien, karena tanggal tersebut sudah ditutup untuk klien lain.
Perubahan tanggal dapat dilakukan satu kali maksimal H-30, mengikuti ketersediaan jadwal, dengan DP yang sudah dibayarkan tetap berlaku.
Taruh kalimat itu di halaman bookingmu, bukan cuma di caption Instagram yang akan tenggelam minggu depan. Kalau kamu pakai halaman booking Kysa, teks ini bisa ditempel di deskripsi layanan sehingga klien membacanya tepat sebelum mengirim request.
Kalau klien batal
Ini bagian yang paling sering dihindari, padahal paling perlu ditulis. Kalau klien membatalkan, praktik yang paling umum adalah DP hangus. Alasannya bukan galak, tapi masuk akal: kamu sudah menolak permintaan lain untuk tanggal itu. Kalau kamu ingin lebih lunak, opsi yang biasa dipakai adalah memindahkan DP ke tanggal lain satu kali, dengan batas waktu, mengikuti ketersediaan jadwal.
Kalau pembatalan datang dari pihakmu, misalnya kamu sakit atau ada kejadian di luar kendali, kembalikan DP-nya penuh dan bantu carikan MUA pengganti. Itu bagian dari kebijakan yang sama, dan menulisnya justru membuat kebijakanmu terasa adil, bukan sepihak.
Satu catatan praktis: kirimkan pengingat pelunasan beberapa hari sebelum jatuh tempo. Sebagian besar keterlambatan bukan karena klien tidak mau bayar, tapi karena lupa di tengah kesibukan menjelang acara.
Setelah angkanya ditentukan, catat sampai lunas
Menentukan persentase itu bagian yang gampang. Bagian yang berat datang tiga minggu kemudian, saat kamu harus mengingat klien mana yang sudah bayar berapa. Kalau semuanya di chat, jawabannya berarti scroll ratusan pesan mencari struk transfer.
Jalan keluarnya sederhana: satu booking, satu invoice, semua termin dicatat di invoice yang sama sampai sisanya nol. Contoh jadwal cicilan dengan angka konkret, termasuk paket pengantin Rp 3.500.000 dengan DP 30 persen, sudah kami tulis lengkap di halaman DP dan cicilan pengantin.
Kysa dibuat di dalam studio ByAnisaPutri di Pontianak, dan dipakai sendiri setiap hari untuk mengurus booking studio itu. Jadi urutan kerjanya dirancang dari kebiasaan MUA beneran, bukan dari rapat produk: request masuk, kamu terima, invoice terbit, DP dicatat, sisa pelunasan terhitung otomatis, dan semuanya masuk ke laporan bulanan tanpa kamu rekap manual. Kami tidak akan menyebut angka rata-rata DP studio kami di sini, karena satu studio bukan data industri.
Yang bisa kami pastikan soal biaya: Kysa tidak mengambil potongan dari DP maupun dari pelunasan, karena modelnya langganan, bukan komisi per booking. Paket Free Rp 0 dengan 5 layanan, 30 booking dan 5 invoice per bulan. Pro Rp 89.000 per bulan atau Rp 890.000 per tahun. Studio Rp 179.000 per bulan atau Rp 1.790.000 per tahun. Ada harga perintis untuk 25 workspace pertama: Pro Rp 59.000 per bulan atau Studio Rp 129.000 per bulan, terkunci selama langganannya berjalan. Rinciannya ada di halaman harga, dan Pro maupun Studio bisa dicoba 14 hari tanpa kartu.
Pertanyaan yang sering muncul
DP booking makeup berapa persen yang normal?
Umumnya 20 sampai 50 persen dari total paket. Untuk makeup wisuda atau party yang nilainya kecil, 20-30 persen sudah cukup. Untuk paket pengantin yang tanggalnya dipesan jauh hari, 30 persen paling sering dipakai. Tidak ada aturan baku, jadi angkanya kebijakan masing-masing MUA.
Apakah DP makeup boleh diminta 50 persen?
Boleh, dan itu wajar untuk paket pengantin yang dipesan berbulan-bulan sebelum hari H, atau untuk tanggal favorit yang sering diperebutkan. Yang penting angkanya ditulis di kebijakan booking sebelum klien transfer, bukan disebut mendadak setelah klien setuju.
Apakah DP booking makeup bisa dikembalikan?
Praktik yang paling umum di Indonesia, DP bersifat tidak dapat dikembalikan karena tanggal sudah dikunci dan slot itu ditolak untuk klien lain. Sebagian MUA memberi opsi reschedule satu kali dengan DP tetap berlaku. Dua-duanya sah, asal ditulis jelas sejak awal.
Sisa pelunasan makeup pengantin dibayar kapan?
Kebiasaan yang paling sering dipakai adalah pelunasan paling lambat H-7 sampai H-1 sebelum acara. Kalau sisanya dicicil, biasanya dibagi dua termin: satu di sekitar H-30 dan sisanya sebagai pelunasan sebelum hari H.